Meta
Insight
·
4 Oktober 2022

Pembelanja global siap memanfaatkan metaverse

Oleh Alvin Bowles, Vice President, Business Ecosystem and Commerce Partnerships


Karena janji untuk sepenuhnya mewujudkan metaverse makin dekat, pembelanja di seluruh dunia menantikan kemungkinan tak terbatas yang akan ditawarkannya.

Survei terbaru yang dilakukan Meta terhadap 30.000 pembelanja di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Inggris, Australia, Brasil, Jerman, India, Jepang, Korea Selatan, Thailand, dan Meksiko1 , menemukan bahwa pembelanja saat ini menginginkan level pengalaman yang makin meningkat dengan merek. Baik itu menjelajahi produk melalui teknologi imersif maupun memastikan avatar mereka sama trendinya seperti di dunia nyata, pembelanja menginginkan koneksi dan inspirasi yang lebih besar dari merek yang mereka akses.

Dalam penelitian kami, kami telah mengidentifikasi 3 tren konsumen utama yang perlu diingat semua pelaku bisnis saat kami membangun metaverse dan pengalaman belanja yang lebih imersif di masa depan.

Pembeli siap menyambut potensi yang ditawarkan metaverse.

Konsumen sangat mengantisipasi potensi metaverse untuk merombak cara kita melakukan transaksi jual beli. Dalam survei ini, 42% pembelanja yakin bahwa metaverse akan mengubah pengalaman belanja mereka secara positif.

Mereka juga memahami bahwa metaverse akan menjadi etalase baru untuk bisnis dari semua ukuran, dengan 50% responden mengatakan bahwa merek dan peritel harus membangun eksistensi di platform game dan dunia virtual lainnya agar sukses di masa mendatang.

Lebih dari separuh pembelanja yang disurvei (51%) mengatakan bahwa toko virtual akan menawarkan cara belanja yang lebih nyaman, sementara 56% responden mengantisipasi bahwa variasi toko khusus yang lebih luas (untuk produk dan pasar khusus) akan lebih mudah diakses. Dengan meniadakan kendala fisik dan mempermudah pembuatan etalase digital yang imersif, metaverse akan membantu membuka peluang ekonomi baru bagi orang-orang dan bisnis dari semua ukuran. Di metaverse, batas antara ritel fisik dan digital sangat tipis. Hampir separuh pembelanja yang disurvei (48%) menginginkan pengalaman yang menyerupai perasaan berbelanja di toko fisik.

Mungkin yang paling penting, pembeli menginginkan koneksi yang lebih autentik dengan bisnis tempat mereka melakukan pembelian. Kami menemukan bahwa 26% konsumen yang disurvei ingin membeli dari merek yang memiliki keyakinan dan nilai serupa dengan mereka, sementara 36% responden menginginkan merek yang peduli dengan pendapat mereka.

Jika konsumen sudah mengharapkan lebih banyak pengalaman belanja yang berbasis teknologi dan keaslian yang lebih tinggi dari merek tempat mereka melakukan pembelian, kami hanya bisa membayangkan ekspektasi mereka di metaverse.

AR bisa menjembatani pengalaman menuju metaverse.

Pembelanja menginginkan AR untuk memandu pengalaman belanja mereka. Menurut survei ini, 28% responden menggunakan atau pernah menggunakan AR saat berbelanja, sementara 42% responden membayangkan bahwa AR bisa meningkatkan pengalaman belanja dengan menjembatani kesenjangan antara toko online dan toko fisik. Di Instagram, kami baru saja meluncurkan uji beta terbuka iklan Augmented Reality (AR) di Beranda dan Stories. Di sini, merek bisa mendorong orang untuk berinteraksi dengan efek melalui lingkungan mereka, seperti mencoba furnitur di rumah mereka atau melakukan test drive kendaraan.

MINI, merek mobil ikonik, telah mengandalkan pengalaman AR untuk menjangkau pelanggan dengan cara yang semakin dinamis. Mereka telah menciptakan efek AR yang memungkinkan pelanggan melihat presentasi MINI yang realistis dan berskala nyata di mana pun mereka memilih, dari lintasan jalan hingga ruang tamu, dan mampu menjangkau hampir 900.000 orang. Setelah meluncurkan Miniverse, pengalaman VR bergaya go-kart di Meta Horizon Worlds, mereka mengembangkan efek AR pendamping yang memungkinkan orang mendapatkan pengalaman mengemudi serupa di ponsel mereka dan mengarahkan orang ke Miniverse menggunakan Iklan AR.

Orang-orang juga memahami bagaimana teknologi seperti AR bisa membantu memfasilitasi interaksi yang lebih bermakna. Kami mendapati bahwa 44% responden survei ingin menemukan berbagai aspek merek dengan cara yang menyenangkan dan inspiratif, sementara 45% responden juga tertarik untuk berkomunikasi secara online dengan konsultan toko.

Tak dinyana, pembeli melihat potensi AR untuk meningkatkan pengalaman mereka, baik di toko maupun secara online. Survei kami menunjukkan bahwa 47% responden tertarik menggunakan perangkat di toko untuk mencoba produk secara virtual, dan 47% responden tertarik untuk mencoba secara virtual menggunakan kamera ponsel mereka.

Saat ini, AR memungkinkan pelaku bisnis dan konsumen terhubung ke produk tanpa harus hadir secara fisik. Ini akan menjadi salah satu dari banyak cara kami berinteraksi dengan metaverse di masa depan.

Digital twin adalah item premium bagi pembelanja.

Pembelanja siap untuk mulai membeli digital twin, barang virtual yang identik dengan barang fisik. Dalam survei kami, 46% responden mengatakan pentingnya produk baru di dunia nyata juga memiliki versi virtualnya.

Produk virtual menawarkan peluang baru untuk memperkuat loyalitas konsumen. Kami menemukan bahwa 46% pembelanja yang disurvei mengatakan bahwa produk virtual menciptakan perasaan asosiasi dengan merek karena menawarkan sesuatu yang langka dan unik, sementara 48% responden mengatakan bahwa mereka akan lebih setia jika merek menawarkan barang virtual sebagai hadiah atas loyalitas mereka.

Di Wendyverse, pengalaman realitas virtual yang dibangun di Meta Horizon Worlds, Wendy’s menciptakan petualangan seru bagi pelanggannya yang membuka penawaran unik dalam kehidupan nyata. Dalam dunia bertema yang mensimulasikan beberapa item menu ikonik, seperti Frosty Village atau Spicy Nugg Island, orang bisa bermain ski dengan kentang goreng menuruni bukit Frosty atau bersantai di kolam arus menggunakan pelampung Spicy Nuggets dan menemukan promo di restoran untuk cemilan lezat di Wendy’s favorit mereka.

Pembelanja juga menganggap barang digital sebagai produk mewah. Sekitar 1 dari 3 pembelanja yang tertarik dengan produk virtual mengatakan mereka bersedia membayar lebih dari $100 untuk mendapatkan produk tersebut. Personalisasi avatar adalah pendorong utama minat terhadap barang digital, dan menurut survei kami, 49% pembelanja menginginkan avatar mereka terlihat sama seperti fisik mereka. Sementara itu, 28% responden ingin tampil beda, tetapi tetap terlihat nyata, dan 23% responden ingin menampilkan identitas yang lebih surealis.

Saat kita makin menyadari waktu yang kita habiskan secara online, barang digital memberikan kesempatan untuk mengekspresikan diri kita dan memperkuat komunitas yang kita ikuti.

Mempersiapkan pengalaman belanja di masa depan

Karena pengalaman belanja di metaverse yang sepenuhnya terwujud masih beberapa tahun lagi, pelaku bisnis bisa menguasai fitur sosial saat ini untuk lebih memahami cara meningkatkan kesan pembelanja terhadap merek mereka.

Dengan iklan yang dipersonalisasi, pelaku bisnis bisa menemukan pelanggan baru dan menggunakan konten organik, seperti postingan gambar, video siaran langsung, dan Grup untuk membangun komunitas online yang mendorong pembelian berulang. Melalui pesan dan Reel, pelaku bisnis bisa mensosialisasikan merek mereka dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan. Pelaku bisnis yang ingin sepenuhnya mengandalkan metaverse bisa bereksperimen dengan efek uji coba AR di Facebook dan Instagram, serta membangun pengalaman di Meta Horizon Worlds.

Pekerjaan yang dilakukan pelaku bisnis di platform kami untuk menjangkau pelanggan saat ini akan terus relevan di metaverse nantinya. Inilah mengapa sangat penting untuk terus berinovasi dan bereksperimen dengan Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Meta Quest. Karena pembelanja global sudah siap dan ingin menjalin koneksi dengan merek di metaverse, ada potensi luar biasa untuk pengalaman belanja baru yang akan kita bangun bersama.

Artikel Terkait

Tips CMO Wendy’s bagi Merek yang Berencana Terjun ke Metaverse
Tips · 10 Juni 2022

Tips CMO Wendy’s bagi Merek yang Berencana Terjun ke Metaverse

Chief Marketing Officer di Wendy’s berbagi saran tentang bagaimana merek bisa mulai mengambil langkah pertama untuk masuk ke metaverse dan pandangan Wendy’s tentang menjadi merek yang menonjol.

3 Insight tentang Apa Arti Metaverse bagi Bisnis, Sekarang dan Di Masa Depan
Tips · 20 April 2022

3 Insight tentang Apa Arti Metaverse bagi Bisnis, Sekarang dan Di Masa Depan

Kami berbagi 3 insight dari 2 eksekutif Meta untuk membantu bisnis dan marketer dalam mewujudkan penciptaan di metaverse.

Dapatkan berita bisnis terbaru di kotak masuk Anda.

Daftarkan diri Anda untuk berlangganan buletin bulanan kami agar mendapatkan info terkini, insight, tren marketing, dan artikel terbaru dari Meta.